Teknik Hidroponik Untuk Usaha Pertanian Anda

agriculture

Banyak pihak yang masih terjebak pada pola pikir keliru terhadap usaha pertanian dimana sebagian besar dari mereka mengira bahwa untuk menjalankan usaha menanam komoditas pertanian haruslah menyediakan lahan yang lebar dimana semakin sulit kita jumpai sekarang ini terutama dikawasan sekitar kota. Padahal ada teknik Hidroponik sebagai solusi terbaik menjawab tantangan (keterbatasan lahan) tersebut.

Teknik pertanian Hidroponik sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sudah dikenal sejak dulu. Hanya saja karena keterbatasan informasi dan sosialisasi dari praktisi pertanian membuat banyak petani tradisional di tanah air belum begitu familiar dengan teknik pertanian Hidroponik ini.

Seperti Apa Usaha Pertanian Hidroponik Itu?

Teknik pertanian Hidroponik merupakan cara penanaman komoditas pertanian berumur pendek seperti sayuran dengan cara disusun bertingkat tingkat dalam suatu bangunan atau lahan sempit. Sehingga lahan seluas 1000 meter persegi pun bisa memproduksi sayuran sebanyak produktivitas lahan 10.000 meter persegi jika menerapkan teknik Hidroponik.

Nantinya setiap benih sayuran akan ditanam dalam sebuah kantong polybag atau pipa PVC yang memanjang dan bertingkat tingkat dimana bisa menghasilkan produk sayuran yang lebih segar dan berkualitas karena lebih mudah dilakukan perawatan mengingat lahan usaha pertanian yang kecil.

Kelebihan Dan Kekurangan Usaha Pertanian Hidroponik

Kelebihan teknik Hidroponik tentu saja lebih hemat lahan sehingga sangat cocok dikembangkan disekitar kota dimana sangat sulit meemukan lahan kosong. Selain itu perawatan komoditas sayuran hidroponik lebih mudah dilakukan karena lahan yang digunakan juga relatif lebih kecil untuk hasil produksi yang besar.

Coba anda bayangkan jika menanam sayuran secara konvensional maka berapa luas lahan yang dibutuhkan, belum lagi ditambah biaya operasional seperti pengawasan dan pengendalian hama yang lebih sulit dikendalikan dibandingkan dengan menggunakan Hidroponik. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa teknik pertanian hidroponik lebih ekonomis untuk jangka panjang.

Sedangkan kekurangan usaha pertanian yang menggunakan teknik hidroponik yaitu biaya awal yang jauh lebih besar karena digunakan untuk membangun sarana dan prasarana yang mendukung teknik hidroponik misalnya membuat rak rak tinggi dan menyediakan jaring untuk menghalau hama. BKPM sebenarnya bisa mengundang investor yang tertarik mengembangkan teknik Hidroponik dimana Indonesia punya potensi yang besar.

Kesimpulan yang bisa kita ambil yaitu secara keseluruhan, teknik pertanian Hidroponik layak dijadikan solusi pertanian modern. Semoga informasi diatas bermanfaat, terima kasih