Mengenaskan! Gizi Buruk di Somalia Tewaskan 26 Orang Dalam 36 Jam

Philtorres.net –¬†Negara-negara di benua Afrika tampaknya sudah biasa menghadapi bencana gizi buruk serta kelaparan. Kali ini giliran Somalia yang menderita karena gizi buruk dan juga kelaparan. Bahkan, bencana kelaparan di Somalia telah memakan korban jiwa. Sebanyak dua puluh enam orang dilaporkan meninggal dunia di Jubbaland, Somalia. Jumlah korban ini jatuh hanya dalam waktu tiga puluh enam jam saja. Kekeringan parah menjadi penyebab terjadinya gizi buruk di Somalia serta kelaparan. Selain itu, kekeringan juga menyebabkan gagal panen dan hewan-hewan ternak mati. Tak kurang dari 6.2 juta penduduk atau nyaris setengah dari populasi Somalia membutuhkan bantuan pangan dari dunia.

Gizi Buruk di Somalia

Kelaparan Parah Somalia Butuh Bantuan Segera

Terjadinya bencana gizi buruk di Somalia turut menyebabkan terjadinya pengungsian ratusan keluarga menuju ibukota Somalia di Mogadishu. Tujuannya adalah untuk meminta bantuan pada pemerintah pusat. Para pengungsi ada yang menunggang keledai dan ada pula yang menaiki bus. Mereka mengungsi karena pertanian serta ternak telah musnah di kampung halamannya. Sungai-sungai juga telah mengering sehingga tidak lagi ada sumur yang bisa diambil airnya. Pemerintah Somalia juga telah merilis status resmi terkait kekeringan dan kelaparan parah di Somalia yang menewaskan 26 orang hanya dalam 36 jam. Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat di wilayah Jubbaland tengah membutuhkan bantuan darurat. Kota-kota yang tengah dilanda kekeringan juga dikuasai militan al-Shabaab yang meluncurkan pemberontakan guna menggulingkan pemerintahan di Mogadishu.

Presiden Somalia Mohamed Abdullah Mohamed turut mendesak dunia agar turut membantu bencana kelaparan serta gizi buruk di Somalia. Ia sangat berharap agar negara-negara dunia dapat membantu menangani bencana kelaparan yang kini sudah menyerang setengah warga negaranya. Somalia tercatat terakhir kali mengalami kelaparan pada 2011 di mana tak kurang dari 260 ribu penduduknya tewas akibat kekurangan pangan. Somalia turut bertahan dari krisis yang merusak kemajuan politik serta keamanan yang sudah dibuat dengan susah payah. Pemerintahan Somalia mulai tampak berantakan sejak 1991. Kala itu, panglima perang berhasil menggulingkan Siad Barre. Tahun-tahun selanjutnya, Somalia hampir selalu menghadapi konflik dan serangan terutama dari militan Al-Shabaab. Hal ini turut dibarengi dengan kekeringan parah yang melanda negara ini hingga pasokan air dan makanan berkurang drastis. Akibatnya, masyarakat Somalia di samping menderita kelaparan dan kurang gizi juga harus menghadapi konflik politik tak berkesudahan.

Summary
Article Name
Mengenaskan! Gizi Buruk di Somalia Tewaskan 26 Orang Dalam 36 Jam
Description
Terjadinya bencana gizi buruk di Somalia turut menyebabkan terjadinya pengungsian ratusan keluarga menuju ibukota Somalia di Mogadishu
Author
Publisher Name
Admin