Mengenang Musibah Banjir di Aceh Tenggara

banjir di aceh tenggara

Masih teringat dalam ingatan kita bencana Tsunami yang pernah menimpa salah satu daerah di Indonesia yaitu Aceh pada bulan Desember tahun 2004 silam. Bencana tersebut tentunya juga membuat luka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di daerah serambi mekah tersebut. Air laut yang menghantam dan memporak-porandakan jalan, restoran, rumah, perkantoran, dan semua yang ada di depannya juga tidak luput untuk membawa banyak sekali serta nyawa orang yang tidak terselamatkan kala itu.

Bencana memang tidak lepas dari negara kita ini dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan masih banyak jenis bencana alam lainnya datang silih berganti mengingat posisi Indonesia yang berada pada ring of fire atau cincin api. Bencana alam juga terjadi lagi di wilayah Aceh tepatnya pada bulan April 2017 yaitu adanya banjir di Aceh Tenggara. Banjir tersebut terjadi pada tanggal 11 April 2017 yang diawali dengan adanya hujan deras dalam jangka waktu yang lama. Sehingga terjadilah banjir bandang yang tidak bisa dihindari yang turut merendam banyak rumah warga dan juga menenggelamkan beberapa orang.

Dalam banjir yang terjadi di Aceh Tenggara ini beberapa hal telah terjadi seperti data yang ada berikut ini:

  • Banjir yang awalnya hanya merendam dua desa saja bertambah menjadi 12 desa.
  • Banjir terjadi di wilayah Aceh Tenggara dan merendam desa Lawe Sigala Gala yang menjadi wilayah paling parah dari banjir tersebut.
  • Desa lainnya yang turut terkena banjir bandang di Aceh Tenggara ini adalah Lawe Sigala Barat. Kayu Mbelin, Batu Dua Ratus, Lawe Tua, Lawe Rakat, Lawe Kesumpat, Law Tua Persatuan, Lawe Sigala tmur, Lawe Tua Gabungan.
  • Sedangkan dua desa lainnya berada di kecamatan Semadam yaitu di Lawe Beringin Gayo dan juga Desa Suka Makmur.

Banjir yang terjadi di Aceh Tenggara ini membuat banyak sekali masyarakat yang kehilangan rumahnya karena terendam banjir dan juga tanah karena longsoran tanah yang memang lokasinya berada dekat dengan pegunungan. Sehingga daripada untuk terkena longsor masyarakat memilih untuk mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah daerah baik di masjid, sekolah, dan juga tempat lainnya yang aman untuk dijadikan tempat tinggal sementara.

Untuk total kerugian dari banjir yang terjadi di daerah Aceh Tenggara pada April 2017 ini sendiri membuat 2476 orang mengungsi dan tinggal di posko. Selain itu juga ada beberapa korban jiwa yang tidak bisa selamat karena terjangan air besar. Mengenang banjir bandang tersebut masyarakat kemudian saling turun tangan dengan berusaha membantu sebisanya baik dari moril maupun materil. Dengan mendoakan ataupun dengan mengirim bantuan yang bisa dikirim seperti sumbangan dalam bentuk uang, sumbangan seragam dan alat sekolah, sumbangan makanan, dan juga keperluan lainnya yang diperlukan di pengungsian.